Contacts
Free GEO Audit
Close

Contacts

Olakses
Jl. Klp. Gading Bar.CB 3, RW No.10,
Kec. Kelapa Dua, 15810

+62 8218-8879-989 Available via WhatsApp

info@olakses.com

ChatGPT Image Sep 9, 2026, 10_03_22 PM

Data Olakses: Berapa Persen Traffic yang Datang dari ChatGPT, Perplexity, dan Gemini

TL;DR

Traffic dari chatbot AI masih di kisaran 0,1 sampai 1,08 persen dari total kunjungan situs, dan ChatGPT menyumbang mayoritas porsi itu. Yang jarang diukur adalah sisi sebaliknya: dari 245 sitasi AI yang didapat olakses.com pada Agustus 2026, Google AI Mode menyumbang 51 persen, Perplexity 33,5 persen, Gemini 13,9 persen, dan ChatGPT hanya 1,2 persen. Pangsa pengguna sebuah platform tidak menentukan pangsa sitasi yang Anda dapat di platform itu.

Pertanyaan “berapa persen traffic yang datang dari ChatGPT, Perplexity, dan Gemini” punya dua jawaban yang sering tertukar. Jawaban pertama menyangkut berapa banyak klik yang benar-benar mendarat di situs Anda. Jawaban kedua menyangkut seberapa sering situs Anda dikutip di jawaban AI, terlepas dari ada tidaknya klik. Artikel ini menjawab keduanya, dengan data first-party dari properti Olakses sendiri yang ditarik dari Ahrefs Site Explorer pada Agustus 2026, lalu dibandingkan dengan benchmark publik.

Distribusi visibilitas AI Olakses: 245 sitasi, lima permukaan, satu pola

Pada Agustus 2026, olakses.com tercatat mengumpulkan kurang lebih 245 sitasi total di seluruh permukaan AI yang diindeks Ahrefs, di luar 98 kemunculan di Google AI Overviews yang dilaporkan terpisah. Distribusinya sangat timpang dan justru timpang ke arah yang berlawanan dengan asumsi pasar.

Angka per platform dari Ahrefs Site Explorer

Lima permukaan AI menghasilkan angka berikut untuk olakses.com. Google AI Mode 125 respons, Perplexity 82 respons, Gemini 34 respons, ChatGPT 3 respons, Grok 1 respons, dan Copilot 0 respons. Dikonversi ke persentase dari total 245, susunannya menjadi AI Mode 51,0 persen, Perplexity 33,5 persen, Gemini 13,9 persen, ChatGPT 1,2 persen, dan Grok 0,4 persen.

Permukaan AIJumlah sitasiPorsi dari total
Google AI Mode12551,0%
Perplexity8233,5%
Gemini3413,9%
ChatGPT31,2%
Grok10,4%
Copilot00%
Total~245100%
Sumber: Ahrefs Site Explorer, AI responses index, Agustus 2026. AI Overviews (98) dilaporkan terpisah dan tidak masuk total.

Gambar 1. Panel AI responses olakses.com di Ahrefs Site Explorer, Agustus 2026.

Kenapa persen sitasi bukan persen traffic

Sitasi menghitung berapa kali sebuah domain muncul sebagai sumber di jawaban AI. Traffic menghitung berapa orang yang benar-benar mengklik lalu mendarat di halaman Anda. Satu sitasi bisa menghasilkan nol klik, dan satu klik bisa datang dari sitasi yang terjadi berminggu-minggu sebelumnya lewat pencarian merek. Perbedaan mekanismenya sudah pernah dibahas terpisah di artikel perbedaan brand mention dan citation dalam jawaban AI.

Ahrefs mengukur sisi traffic pada 3.000 situs dan menemukan bahwa 0,17 persen traffic situs rata-rata berasal dari chatbot AI, dengan ChatGPT menyumbang 50 persen, Perplexity 30,7 persen, dan Gemini 17,6 persen dari porsi itu. Conductor, dengan sampel jauh lebih besar, mencatat angka yang lebih tinggi: rata-rata 1,08 persen dari traffic situs di seluruh industri yang diteliti. Rentang 0,17 sampai 1,08 persen inilah angka pembanding yang wajar dipakai pengelola brand ketika menyusun target, bukan angka pangsa pasar chatbot.

ChatGPT memegang 81 persen pengguna AI di Indonesia, tapi 1,2 persen sitasi Olakses

Ketimpangan terbesar dalam data ini muncul saat pangsa pengguna dihadapkan dengan pangsa sitasi. Platform dengan basis pengguna terbesar di Indonesia justru menjadi permukaan tempat olakses.com paling jarang muncul.

Pangsa pengguna versus pangsa sitasi

Statcounter mencatat pangsa pasar chatbot AI di Indonesia pada Juni 2026 sebagai berikut: ChatGPT 81,06 persen, Perplexity 11,27 persen, Google Gemini 4,23 persen, Claude 2,86 persen, dan Microsoft Copilot 0,58 persen. Dihadapkan dengan distribusi sitasi Olakses, hasilnya terbalik hampir sempurna.

PlatformPangsa pengguna IndonesiaPorsi sitasi olakses.com
ChatGPT81,06%1,2%
Perplexity11,27%33,5%
Gemini4,23%13,9%
Copilot0,58%0%
Pangsa pengguna: Statcounter, Indonesia, Juni 2026. Porsi sitasi: Ahrefs Site Explorer, Agustus 2026. Google AI Mode tidak dilacak Statcounter sebagai chatbot terpisah.

Catatan: Perplexity memberi Olakses porsi sitasi tiga kali lipat dari porsi penggunanya di Indonesia, sementara ChatGPT memberi porsi sitasi 68 kali lebih kecil dari porsi penggunanya. Selisih arah inilah yang menentukan ke mana anggaran optimasi seharusnya diarahkan, bukan ukuran audiens masing-masing platform.

Kenapa ChatGPT paling sulit ditembus dan paling sulit dilacak

Dua hal berjalan bersamaan di ChatGPT. Pertama, ChatGPT tidak selalu menampilkan sumber, sehingga jumlah sitasi yang terindeks jauh lebih kecil dibanding permukaan yang wajib mencantumkan rujukan seperti Perplexity. Kedua, atribusi kliknya bocor. Riset tracking mencatat bahwa 20 sampai 40 persen traffic bersumber AI salah teratribusi sebagai direct traffic karena pengguna menyalin URL alih-alih mengklik, dan karena traffic aplikasi mobile kerap tidak meneruskan header referrer.

Akibat praktisnya untuk tim marketing: angka ChatGPT di GA4 hampir pasti lebih rendah dari kenyataan, sedangkan angka Perplexity relatif dekat dengan kenyataan. Membandingkan keduanya secara langsung tanpa koreksi akan menghasilkan keputusan alokasi yang salah. Pendekatan konten yang menaikkan peluang dikutip di permukaan percakapan dibahas lebih dalam pada panduan cara menulis artikel yang dikutip AI search.

Google AI Mode menyumbang 70 persen sitasi sepuluh agensi SEO Indonesia

Pola pada olakses.com bukan anomali satu domain. Saat sepuluh agensi SEO dan digital Indonesia ditarik datanya dari indeks yang sama, permukaan Google mendominasi seluruh kelompok.

Pola lintas agensi, bukan anomali satu domain

Total sitasi sepuluh agensi mencapai sekitar 3.679. Dari jumlah itu, Google AI Mode menyumbang 2.588 sitasi atau 70,3 persen, Perplexity 664 sitasi atau 18,0 persen, ChatGPT 175 sitasi atau 4,8 persen, dan Gemini 141 sitasi atau 3,8 persen. Sisanya terbagi antara Copilot dan Grok.

AgensiAI OverviewsAI ModeGeminiPerplexityChatGPTTotal sitasi
cmlabs1,1K1,2K4217188~1.518
ToffeeDev1,3K7403024610~1.053
Arfadia29919647134~327
Olakses9812534823~245
Bigevo165167102520~230
DailySEO9383457~102
Sagara Ruang597365~85
Herco Digital94437178~75
RHP Agency1622330~33
Ideax Digital23080~11
Sumber: Ahrefs AI responses index, Agustus 2026, sepuluh agensi SEO dan digital Indonesia. Total sitasi mencakup AI Mode, Gemini, Perplexity, ChatGPT, Copilot, dan Grok. AI Overviews dilaporkan terpisah.


Gambar 2. Scoreboard sitasi AI sepuluh agensi SEO Indonesia, Ahrefs, Agustus 2026.

Angka ChatGPT terbesar di seluruh kelompok hanya 88, milik cmlabs, sementara agensi yang sama mencatat 1.200 sitasi di AI Mode. Untuk kategori jasa SEO di Indonesia, permukaan Google adalah medan utama, dan artikel Google AI Mode SEO dan dampaknya terhadap ranking website menjelaskan mekanisme retrieval di permukaan tersebut lebih detail.

Perplexity mendapat porsi sitasi jauh di atas porsi penggunanya

Perplexity hanya menguasai 11,27 persen pengguna chatbot AI di Indonesia, tetapi menyumbang 18,0 persen sitasi kelompok agensi dan 33,5 persen sitasi Olakses. Penyebabnya struktural: Perplexity mencantumkan sumber pada hampir setiap jawaban, sementara ChatGPT sering menjawab tanpa rujukan sama sekali.

ToffeeDev mencatat 246 sitasi Perplexity, tertinggi di kelompok, disusul cmlabs dengan 171 dan Olakses dengan 82. Di Gemini urutannya berubah: cmlabs 42, Olakses 34, ToffeeDev 30. Olakses berada di peringkat kedua dari sepuluh untuk sitasi Gemini dan peringkat ketiga untuk Perplexity.


Gambar 3. Peringkat sitasi Gemini dan Perplexity, Ahrefs AI responses index, Agustus 2026.

Domain Rating 6 tetap bisa menang di permukaan AI

Metrik SEO klasik pada kesepuluh agensi menunjukkan gambaran yang sama sekali berbeda dari papan skor sitasi. Di sana usia domain masih menentukan hasil, sementara di permukaan AI faktornya bergeser.

Olakses versus Arfadia: selisih 63 poin DR, hasil sitasi terbalik

Arfadia memulai kampanye SEO sejak 2008 dengan Domain Rating 69, 786 keyword organik, dan 4,4K referring domain. Olakses memulai pada 2025 dengan Domain Rating 6, 107 keyword organik, dan 490 referring domain. Selisihnya 63 poin DR dan 17 tahun tenur.

Meski begitu, di Gemini Olakses mencatat 34 sitasi berbanding 4 milik Arfadia, dan di Perplexity 82 berbanding 71. Pada total sitasi, Olakses berada di 245 berbanding 327, jarak yang jauh lebih rapat dari yang disarankan selisih otoritas domain. Struktur konten dan kesegaran informasi ternyata lebih menentukan di retrieval AI dibanding akumulasi backlink.

AgensiMulai SEODRTrafficKeywordRef. domains
cmlabs20194832,9K4.3004,5K
ToffeeDev20144320,3K4.9003,9K
Olakses202568,3K107490
Arfadia2008695,8K7864,4K
DailySEO2021383,5K328384
Bigevo2019322,2K5462,7K
Herco Digital2018356192502,2K
RHP Agency20223337231438
Sagara Ruang202312868405
Ideax Digital2005496413n/a
Sumber: Ahrefs, Agustus 2026. DR adalah Ahrefs Domain Rating. Traffic adalah estimasi sesi organik bulanan.

Gambar 4. Papan skor SEO klasik sepuluh agensi SEO Indonesia, Ahrefs, Agustus 2026.

2,3 sitasi per keyword, rasio tertinggi di kelompok

Membagi total sitasi AI dengan jumlah keyword yang ranking menghasilkan ukuran efisiensi, bukan ukuran skala. Olakses mencatat 2,3 sitasi per keyword. Pembandingnya: RHP Agency 1,1, Ideax Digital 0,8, Bigevo 0,4, Arfadia 0,4, cmlabs 0,4, DailySEO 0,3, Herco Digital 0,3, dan ToffeeDev 0,2.

Dengan jejak keyword sekitar empat puluh kali lebih kecil dari cmlabs, olakses.com mengonversi jejak itu menjadi sitasi AI pada rasio lebih dari enam kali lipat. Rasio semacam ini yang menjadi dasar layanan generative engine optimization Olakses, karena metodenya bisa direplikasi untuk domain klien yang juga belum punya otoritas besar.

Gambar 5. Domain Rating terhadap efisiensi sitasi, Ahrefs, Agustus 2026. Sagara Ruang dikecualikan karena hanya ranking untuk delapan keyword.

Cara mengukur porsi traffic AI di properti Anda sendiri

Angka Olakses berguna sebagai pembanding, bukan sebagai target. Setiap kategori punya campuran permukaan yang berbeda, dan satu-satunya cara mengetahui porsi Anda adalah menariknya dari properti sendiri.

Tiga sumber data yang wajib dibandingkan

Sumber pertama adalah GA4 pada laporan Session source atau medium, disaring untuk chatgpt.com, perplexity.ai, gemini.google.com, dan copilot.microsoft.com. ChatGPT Search menambahkan parameter utm_source=chatgpt.com pada sebagian tautan keluar, sehingga sebagian kunjungan bisa dikenali langsung. Pendekatan analisis yang lebih dalam di properti yang sama dibahas pada panduan cara pakai AI di Google Analytics 4.

Sumber kedua adalah Google Search Console, yang kini menyediakan laporan performa generatif untuk permukaan AI milik Google. Rinciannya ada di artikel Generative AI Performance Report di Google Search Console. Sumber ketiga adalah indeks sitasi pihak ketiga seperti Ahrefs AI responses, yang menangkap kemunculan tanpa klik dan tidak akan pernah muncul di GA4.

Angka pembanding realistis sebelum menetapkan target

Sebelum menetapkan angka target, kalibrasi ekspektasi tim marketing dengan tiga fakta. Traffic AI global masih tipis: SE Ranking mencatat platform AI menyumbang sekitar 0,24 persen dari traffic internet global pada Januari 2026, naik dari 0,15 persen pada 2025. Distribusinya berubah cepat: dataset yang sama mencatat Gemini mengirim 29 persen lebih banyak pengunjung dibanding Perplexity pada Januari 2026, membalik posisi Agustus 2025 ketika Perplexity mengirim hampir tiga kali lipat.

Fakta ketiga menyangkut kualitas, bukan volume. Ahrefs melaporkan bahwa traffic AI search hanya 0,5 persen dari total traffic mereka namun mendorong 12,1 persen signup. Volume kecil dengan konversi tinggi berarti kanal ini dinilai dengan metrik pipeline, bukan metrik sesi. Untuk pengelola brand yang ingin memantaunya secara berkala, Olakses menyusun kerangka pelaporan yang memisahkan sitasi, klik, dan konversi ke dalam tiga baris terpisah agar tidak saling menutupi.


Gambar 6. Ringkasan posisi Olakses pada metrik sitasi AI dan SEO klasik, Ahrefs, Agustus 2026.

Tiga permukaan lain pantas ikut dipantau meski porsinya kecil. Copilot mencatat nol sitasi untuk olakses.com, Grok hanya satu, dan Claude tidak masuk indeks Ahrefs sama sekali padahal Statcounter mencatatnya di 2,86 persen pengguna Indonesia. Bagi tim yang menguji ketiganya secara langsung, tersedia panduan cara menggunakan Grok AI gratis, cara pakai Gemini Pro gratis, dan cara bayar Claude AI tanpa kartu kredit.

Key Takeaway

Dari 3.679 sitasi pada 10 agensi SEO Indonesia, terlihat bahwa platform dengan banyak pengguna belum tentu paling banyak memberikan sitasi. ChatGPT punya 81,06% pengguna chatbot AI di Indonesia, tetapi hanya menyumbang 4,8% sitasi. Sementara itu, permukaan Google menyumbang 70,3% sitasi.

Karena itu, prioritas optimasi sebaiknya dimulai dari Google, lalu Perplexity, dan terakhir ChatGPT. Untuk ChatGPT, visibilitas lebih efektif dibangun lewat listicle atau roundup dari situs pihak ketiga.

Ukur hasilnya secara terpisah melalui tiga metrik: sitasi, klik, dan konversi.

FAQ

Berapa persen traffic website yang benar-benar datang dari ChatGPT, Perplexity, dan Gemini?

Studi Ahrefs pada 3.000 situs mencatat 0,17 persen traffic situs rata-rata berasal dari chatbot AI, sementara Conductor mencatat rata-rata 1,08 persen pada 13.770 domain enterprise. Rentang 0,17 sampai 1,08 persen adalah angka pembanding yang wajar untuk 2026, dengan ChatGPT menguasai mayoritas porsi tersebut.

Kenapa sitasi ChatGPT Olakses hanya 3 padahal ChatGPT paling banyak dipakai di Indonesia?

ChatGPT tidak selalu menampilkan sumber pada jawabannya, sehingga jumlah sitasi terindeks jauh lebih kecil dibanding Perplexity yang mencantumkan rujukan hampir di setiap jawaban. Selain itu ChatGPT cenderung merujuk media pihak ketiga dan halaman roundup, bukan situs brand itu sendiri.

Apa bedanya sitasi AI dan traffic AI?

Sitasi menghitung berapa kali domain muncul sebagai sumber di jawaban AI tanpa memerlukan klik. Traffic menghitung kunjungan nyata yang mendarat di situs. Satu sitasi bisa menghasilkan nol klik, dan sebagian klik dari AI justru tercatat sebagai direct traffic karena pengguna menyalin URL.

Permukaan AI mana yang paling besar untuk situs Indonesia?

Berdasarkan data sepuluh agensi SEO Indonesia pada Agustus 2026, Google AI Mode menyumbang 70,3 persen dari total sitasi, diikuti Perplexity 18,0 persen, ChatGPT 4,8 persen, dan Gemini 3,8 persen. Permukaan Google mendominasi untuk kategori jasa digital di Indonesia.

Bisakah website dengan Domain Rating rendah menang di sitasi AI?

Bisa. Olakses dengan Domain Rating 6 mencatat 34 sitasi Gemini dan 82 sitasi Perplexity, melampaui Arfadia yang punya Domain Rating 69 dengan 4 sitasi Gemini dan 71 sitasi Perplexity. Retrieval AI lebih menghargai struktur dan kesegaran konten dibanding akumulasi backlink.

Bagaimana cara melacak traffic AI di GA4?

Buka laporan Traffic acquisition, ganti dimensi ke Session source atau medium, lalu saring untuk chatgpt.com, perplexity.ai, gemini.google.com, dan copilot.microsoft.com. Lengkapi dengan laporan performa generatif di Google Search Console dan indeks sitasi pihak ketiga, karena 20 sampai 40 persen traffic AI salah teratribusi sebagai direct.

Apakah brand Anda lebih sering dikutip AI dibanding kompetitor, atau justru sebaliknya?

Kalau laporan bulanan Anda masih menyatukan traffic AI ke dalam satu baris “referral” atau bahkan “direct”, Anda tidak akan pernah tahu permukaan mana yang sebenarnya bekerja untuk brand Anda. Olakses memetakan sitasi domain Anda di lima permukaan AI, membandingkannya dengan tiga kompetitor terdekat, lalu menyusun urutan prioritas optimasi berdasarkan rasio sitasi per keyword, bukan berdasarkan popularitas platform.

Minta Audit Visibilitas AI Domain Anda