Shopee baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan Google pada 19 Februari 2026. Dua nama besar ini sepakat membangun prototipe AI agentic shopping yang akan diintegrasikan langsung ke platform Shopee. Kalau Anda sering belanja online, ini kabar yang layak Anda pahami, karena bisa mengubah cara Anda berinteraksi dengan aplikasi Shopee ke depannya.
Sebelum masuk lebih dalam, mari pahami dulu satu istilah kunci: AI agentic. Singkatnya, ini adalah AI yang bisa bertindak sendiri, bukan sekadar menjawab pertanyaan. Kalau AI biasa hanya bisa kasih rekomendasi produk, AI agentic bisa langsung cari produk, bandingkan harga, klik, dan selesaikan transaksi semuanya otomatis atas instruksi Anda.
Shopee Menggunakan AI Apa Sekarang?
Shopee bukan baru mulai pakai AI. Sejak beberapa tahun lalu, platform ini sudah memakai AI untuk rekomendasi produk, deteksi penipuan, pencarian visual, dan chatbot otomatis. Tapi kemitraan dengan Google membawa level yang jauh lebih tinggi.
Berikut timeline kemitraan AI Shopee yang perlu Anda tahu:
| Tahun | Mitra | Bentuk Kolaborasi | Sumber |
|---|---|---|---|
| 2024 | YouTube (Google) | YouTube Shopping Affiliate Program kreator bisa sisipkan link produk Shopee di video | Fintool |
| Feb 2025 | OpenAI | Uji coba Operator AI agen belanja otonom pertama di Asia Tenggara & Brasil | Sea Ltd |
| Agt 2025 | OpenAI | MOU diperluas ke pembayaran & distribusi; Shopee VIP di Indonesia dapat akses ChatGPT Plus 3 bulan gratis | Sea Ltd |
| Feb 2026 | Kemitraan strategis bangun AI agentic shopping prototype untuk Shopee, Garena, & Monee | Yahoo Finance |
Angkanya juga bicara banyak. Per Juni 2025, lebih dari 7 juta video YouTube sudah menyertakan link produk Shopee, naik lebih dari 50% hanya dalam satu kuartal. Dan pada Q2 2025, pesanan dari livestream dan video pendek sudah menyumbang lebih dari 20% total volume order Shopee di Asia Tenggara. Ini bukan angka kecil.
Apa Itu AI Agentic Shopping dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Mudahnya begini: kalau selama ini Anda yang cari produk di Shopee, scroll-scroll, banding-bandingin harga, lalu checkout dengan AI agentic, semua itu bisa dilakukan oleh AI atas perintah Anda. Anda cukup bilang: “Cariin sepatu lari ukuran 42 di bawah 300 ribu, yang rating-nya paling tinggi, langsung beli,” maka AI yang mengerjakan semuanya.
Menurut pernyataan resmi Sea Ltd dan Google, prototipe ini dirancang untuk memperkuat pengalaman discovery, engagement, dan transaksi di Shopee sekaligus terintegrasi lintas platform Google. Artinya, proses belanja bisa dimulai dari pencarian Google, lalu selesai langsung di Shopee, tanpa Anda perlu berpindah-pindah aplikasi secara manual.
Selain itu, Monee (divisi keuangan Sea Ltd) juga akan berkolaborasi dengan Google pada Agent Payments Protocol (AP2) protokol pembayaran terbuka yang memungkinkan transaksi antar platform berjalan otomatis dan aman. Ini berarti sistem pembayaran juga ikut di-upgrade, bukan hanya fitur cari produknya saja.
Kenapa Google dan Shopee Pilih Bermitra?
Shopee bukan platform kecil. Shopee menguasai 52% pangsa pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2024, menurut firma riset Momentum Works. Dengan skala sebesar ini, integrasi AI bisa langsung menyentuh ratusan juta pengguna aktif di kawasan tersebut, termasuk Indonesia.
Dari sisi Google, ini soal monetisasi model AI mereka di luar sekadar menjawab pertanyaan. Tren global saat ini mendorong perusahaan teknologi besar untuk mengembangkan AI agentic yang mampu menjalankan tugas kompleks seperti belanja lintas aplikasi dan mengelola alur kerja digital. Google butuh mitra dengan basis pengguna besar di pasar berkembang, dan Shopee adalah pilihan yang masuk akal.
Forrest Li, CEO Sea Ltd, menyebutnya sebagai revolusi teknologi terbesar berikutnya dan percaya AI punya potensi besar untuk menciptakan nilai nyata di pasar Asia Tenggara. Sementara Sanjay Gupta, Presiden Google Asia Pasifik, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya bersama untuk mendefinisikan masa depan gaming, commerce, dan layanan keuangan di kawasan ini.
Apa Kebijakan AI untuk Shopee?

Shopee sudah punya Ketentuan Layanan Shopee AI yang berlaku saat Anda menggunakan fitur AI generatif di platform mereka termasuk chatbot, fitur Shopee Live, dan berbagai alat untuk penjual. Intinya, fitur AI Shopee adalah layanan tambahan yang dirancang membantu pengguna, dan dengan menggunakannya Anda menyetujui ketentuan tersebut.
Soal data pribadi, Shopee mengelola data Anda hanya untuk kepentingan operasional platform dan tidak boleh disalahgunakan ini diatur dalam kebijakan privasi Shopee. Pengguna tidak bisa menggunakan platform jika menolak memberikan izin pengolahan data. Ketentuan ini bisa berubah sewaktu-waktu dan Shopee wajib memberi tahu pengguna melalui laman platform.
Riset dari ResearchGate (Januari 2026) menunjukkan data yang cukup konkret: penerapan AI Chat Response di Shopee mempercepat waktu respons dari rata-rata 4,8 menit menjadi 27 detik, meningkatkan konversi pesan ke transaksi hingga 38%, dan mendorong kepuasan pelanggan sampai 92%. Penjual yang menggunakan AI mengalami kenaikan penjualan 18,6% dalam tiga bulan.
Persaingan AI Shopee vs Lazada: Siapa yang Lebih Siap?
Shopee bukan satu-satunya pemain yang bergerak cepat. Alibaba, pemilik Lazada yang bersaing langsung dengan Shopee di Asia Tenggara, baru saja meluncurkan model AI Qwen 3.5 yang diklaim dirancang khusus untuk era agentic AI. Artinya, persaingan antar platform e-commerce kini tidak hanya soal harga dan promo, tapi juga soal seberapa canggih AI yang mereka gunakan.
Shopee tampaknya memilih strategi multi-mitra: OpenAI untuk agen belanja otonom, Google untuk infrastruktur agentic dan ekosistem lintas platform. Pendekatan ini menempatkan Sea sebagai platform yang bersifat AI-agnostic artinya mereka tidak bergantung hanya pada satu teknologi AI, tapi mengambil yang terbaik dari masing-masing mitra.
| Platform | Mitra AI Utama | Fokus Teknologi | Pangsa Pasar SEA (2024) |
|---|---|---|---|
| Shopee | Google + OpenAI | Agentic shopping, pembayaran otonom, rekomendasi adaptif | 52% (Momentum Works) |
| Lazada (Alibaba) | Alibaba AI (Qwen 3.5) | Model AI agentic mandiri berbasis ekosistem Alibaba | Di bawah Shopee |
| TikTok Shop | ByteDance AI | AI konten video, rekomendasi sosial | Bertumbuh cepat |
Apakah Cara Belanja Anda Benar-Benar Akan Berubah?
Dalam jangka pendek, perubahan yang Anda rasakan mungkin lebih halus: rekomendasi produk yang lebih pas, chatbot yang lebih pintar, dan proses checkout yang lebih lancar. Tapi dalam jangka menengah, jika prototipe AI agentic ini berhasil dikembangkan, skenarionya bisa cukup berbeda dari yang Anda kenal sekarang.
Dengan AI agentic yang matang, Anda bisa memberi instruksi kepada Shopee seperti memberi tugas ke asisten pribadi: “Carikan hadiah ulang tahun untuk orang tua, budget 500 ribu, kirim ke Bandung, paling lambat 3 hari.” AI yang mengerjakan dari awal sampai selesai. Tujuannya adalah membawa pengguna dari sekadar mencari dan menemukan produk menuju pengalaman belanja yang lebih otomatis dan berorientasi pada tugas.
Dari sisi performa bisnis Sea Ltd sendiri, data menunjukkan momentum yang kuat. Pendapatan kuartalan Sea Ltd tumbuh dari 4,95 miliar dolar di Q4 2024 menjadi 5,99 miliar dolar di Q3 2025 kenaikan 21% dalam tiga kuartal, dan perusahaan sudah empat kuartal berturut-turut membukukan keuntungan bersih positif. Ini fondasi yang sehat untuk investasi besar di AI.
Dampak untuk Penjual dan UMKM di Indonesia
Kabar ini juga relevan buat Anda yang jual di Shopee. AI yang semakin cerdas di sisi pembeli berarti ekspektasi yang lebih tinggi di sisi layanan. Chatbot Anda harus bisa menjawab lebih cepat dan lebih tepat. Deskripsi produk Anda harus lebih akurat agar mudah dipahami oleh sistem AI saat menyaring rekomendasi.
Data dari riset efektivitas AI Chat Shopee yang dipublikasikan di ResearchGate (2026) sudah membuktikannya: penjual yang menggunakan fitur AI Shopee mengalami peningkatan penjualan 18,6% dalam tiga bulan pertama. Ini bukan angka kecil untuk UMKM.
Sumber Data Rujukan Lengkap
| Sumber | Data / Fakta Utama | Link |
|---|---|---|
| Momentum Works (via Yahoo Finance, 2024) | Shopee kuasai 52% pangsa pasar e-commerce Asia Tenggara | Baca |
| Fintool (Feb 2026) | 7 juta+ video YouTube berisi link Shopee per Juni 2025; pendapatan Sea naik 21% dalam 3 kuartal | Baca |
| ResearchGate / Jurnal Indonesia (Jan 2026) | AI chat Shopee tingkatkan konversi 38%, kepuasan 92%, penjualan naik 18,6% dalam 3 bulan | Baca |
| Sea Ltd Official (Feb 2025 & Agt 2025) | Kemitraan Shopee OpenAI: uji Operator, MOU diperluas, akses ChatGPT Plus untuk Shopee VIP | Baca |
| PYMNTS (Feb 2026) | Detail teknis kemitraan Google Sea: Shopee, Garena, Monee, dan Agent Payments Protocol (AP2) | Baca |
| Shopee Help Center Indonesia | Ketentuan Layanan Shopee AI kebijakan resmi penggunaan fitur AI di platform Shopee | Baca |
| CXO Digital Pulse (Feb 2026) | Konteks teknis dan kompetitif: Shopee vs Lazada di era agentic AI | Baca |
Key Takeaway: 4 Hal yang Perlu Anda Ingat
- Shopee sudah bermitra dengan Google (Feb 2026) dan OpenAI (2025) untuk membangun ekosistem AI agentic yang komprehensif.
- AI agentic artinya AI bisa bertindak sendiri cari, bandingkan, dan bayar produk atas instruksi Anda.
- Shopee menguasai 52% pasar e-commerce Asia Tenggara, menjadikan dampak perubahan ini sangat luas termasuk di Indonesia.
- Penjual yang aktif pakai fitur AI Shopee sudah terbukti naik penjualan 18,6% dalam 3 bulan.
Kesimpulan
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Shopee menggunakan AI apa sekarang?
A: Shopee menggunakan kombinasi AI internal untuk rekomendasi produk, deteksi penipuan, dan chatbot, ditambah kolaborasi dengan OpenAI (Operator AI agent) sejak Februari 2025 dan Google (AI agentic shopping prototype) sejak Februari 2026. Kebijakan resminya bisa dibaca di Ketentuan Layanan Shopee AI.
Q: Apa kebijakan AI untuk Shopee?
A: Shopee memiliki Ketentuan Layanan AI yang mengatur semua fitur AI generatif di platform mereka, termasuk chatbot, Shopee Live, dan alat penjual. Penggunaan fitur AI berarti Anda menyetujui ketentuan tersebut. Data Anda dikelola hanya untuk kepentingan operasional Shopee dan tidak disalahgunakan.
Q: Apakah AI agentic Shopee sudah bisa dipakai sekarang?
A: Belum sepenuhnya. Per Februari 2026, ini masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan prototipe bersama Google. Tapi fitur AI yang sudah aktif saat ini seperti chatbot, rekomendasi, dan Shopee Live AI sudah bisa Anda gunakan sekarang.
Q: Apakah kemitraan Shopee Google ini berlaku di Indonesia?
A: Ya. Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Shopee di Asia Tenggara. Shopee VIP di Indonesia juga sudah mendapat akses ChatGPT Plus gratis 3 bulan dari kemitraan dengan OpenAI sejak Agustus 2025.
Q: Apakah ada risiko privasi dari fitur AI Shopee?
A: Risiko privasi selalu ada di setiap layanan digital. Shopee mengelola data pribadi pengguna sesuai kebijakan privasi mereka. Untuk penggunaan AI pada fitur seperti PayLater, penelitian hukum di Indonesia menyebut masih adanya ketidakpastian regulasi spesifik terkait AI namun Shopee terikat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mau Tahu Lebih Lanjut Soal AI untuk Bisnis Online Anda?
Tim Olakses siap membantu Anda memahami dan mengimplementasikan tools AI yang tepat dari strategi konten, otomatisasi, sampai optimasi toko online berbasis data. Konsultasi langsung, tanpa ribet.

Muhammad Dwiki Septianto is an SEO Specialist at Olakses with a background in Informatics Engineering from UIN Bandung. Certified in Digital Marketing (BNSP), he specializes in on-page and technical SEO, content optimization, and cross-functional coordination between content and development teams.








