Bagaimana Mak Eci Menjadikan Live TikTok Sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis dan Personal Branding
Awalnya cuma pengen ngobrol karena sepi. Sekarang ditonton ribuan orang, dikenal banyak brand, dan jadi magnet traffic buat bisnis-bisnisnya.
Waktu pertama kali Mak Eci nyalain kamera TikTok Live di Januari 2025, tangannya gemeter. Suaranya grogi. Tapi di balik itu, ada sesuatu yang lebih besar: rasa penasaran, kesepian, dan tekad untuk nyoba sesuatu yang beda.
Sekarang?
Akun TikTok-nya @mak.eciii udah tembus 60.000 followers. Live-nya rutin nongol di klasemen TikTok. Bahkan, Mak Eci udah pernah satu layar bareng Fiki Naki & Dinar Candy.
Dan lebih dari sekadar angka, Mak Eci sudah membentuk komunitas loyal yang ia beri nama R.A.M.E (Rombongan Anak Mak Eci).
Komunitas ini bukan cuma fans, tapi jadi support system, co-host dadakan, komentator, dan bahkan brand ambassador organik buat tiap momen Live-nya.
“Gue nggak ngerasa sendiri lagi. Sekarang ada R.A.M.E yang selalu nemenin pas Live. Mereka bukan sekadar penonton, tapi bagian dari cerita.”
Dari Kesepian Jadi Komunitas
“Awalnya gue Live karena sepi, pengen ada interaksi aja,” kata Mak Eci.
Sebagai founder Olakses.com, Kedai Maharlika, Laundry AKU, dan GAJ Export, Eci tahu pentingnya personal branding. Tapi bukan itu motivasi awalnya.
Ia mulai sebagai penonton. Total ngulik cara main TikTok dari dalam. Nonton, komen, kirim gift, jadi moderator, bahkan co-host di akun orang lain.
“Kalau mau dihargai saat Live, jadilah penonton yang baik dulu,” katanya.
Dan dari situ, Eci paham satu hal: Live bukan cuma soal ngomong. Tapi membangun koneksi real-time yang nggak bisa dicapai lewat konten biasa.
Strategi Live TikTok Ala Mak Eci
1. Niatin kayak mau siaran TV.
Lighting proper, lagu siap, kuis receh kayak tebak gambar, dan main Perang Koin (battle). “TikTok tuh bisa tahu kita niat atau nggak dari setup-nya,” kata Eci. Serius effort = lebih disukai algoritma.
2. Konsisten 4 jam sehari.
“Rekomendasi TikTok itu 4–6 jam per hari. Gue biasanya minimal 4 jam,” katanya. Capek? Iya. Tapi hasilnya? “Klasemen naik, penonton loyal, interaksi jalan.”
3. Bangun interaksi, bukan cuma siaran.
“Gue ngomong pakai bahasa daerah, kasih jokes, atau sekadar nyapa dengan nama. Itu bikin orang stay.”
4. Jangan langsung jualan.
TikTok sensitif sama host yang hard selling di Live reguler. Ada tempatnya sendiri buat jualan. “Kalau di Live reguler, lebih ke ngobrol dan bangun trust.”
Dengan masuknya elemen komunitas R.A.M.E, narasi ini bukan cuma soal Mak Eci sebagai kreator, tapi juga sebagai pemimpin komunitas digital.
Dari Penonton ke Partner
Salah satu kekuatan Eci ada di kolaborasi.
Bukan cuma duet, tapi bener-bener jadi co-host dengan kreator besar. Itu jadi leverage untuk naikin kredibilitas dan exposure.
“Kalau kita udah dikenal di komunitas Live, jadi gampang buat ajak kolaborasi,” katanya.
Eci bahkan pernah nongol bareng Fiki Naki dan Dinar Candy, dua nama yang biasa muncul di klasemen Live TikTok nasional.
@mak.eciii POV Ketika Tiktokers Kopdar @Zio the cat @Mas Jhe @VILLA @Manti #fyp #komedi #tiktokers ♬ original sound – Eci – Eci 🧡🧡🫡
💡 Mindset yang Bikin Tembus Kelas Berat
Dari semua pengalaman itu, satu kata yang paling sering keluar dari mulut Eci: konsistensi.
Bukan cuma dalam Live, tapi juga dalam jadi manusia digital yang hadir, tanggap, dan ngulik.
“Effort besar yang kita keluarin, bakal sebanding sama hasilnya.”
Sekarang Eci udah punya audiens loyal. Tapi dia bilang: masih banyak yang bisa digali. Konten video (VT) belum dimaksimalkan. Sementara Live udah jadi fondasi yang kuat.
🎯 Penutup: Live Itu Bukan Gimmick, Tapi Arena
Buat banyak orang, Live TikTok cuma fitur tambahan. Tapi buat Mak Eci, Live itu cermin jujur:
Seberapa niat lo hadir? Seberapa tulus lo berinteraksi? Seberapa konsisten lo muncul, bahkan saat nggak ada yang nonton?
Eci bukan influencer yang numpang lewat.
Dia founder, builder, dan believer bahwa interaksi manusiawi masih jadi aset utama di era digital.
Dan Live TikTok, kalau dikerjain bener, bisa jadi jalur tercepat, bukan cuma ke growth, tapi ke koneksi yang bernilai.
Kalau lo udah capek ngurus algoritma, mungkin lo perlu berhenti sejenak dan mulai ngobrol.
Siapa tahu, obrolan itu jadi tempat pertama lo membangun audiens yang bener-bener peduli.
Kalau lo tertarik ngebangun personal brand yang humanis dan growth-ready lewat TikTok Live, pantengin terus Olakses.com. Kita bakal ngebedah strategi konten lainnya dari kreator dan brand lokal yang lagi naik daun.

Bram is an SEO Specialist at Olakses with a background in Software Engineering and 10 years of experience in the field. His technical expertise and in-depth understanding of search engine algorithms enable him to develop strategies that drive organic growth and improve website performance