Pernah bikin video capek-capek, udah pake sound viral, editan niat, lighting oke, tapi view-nya mentok di angka seratusan?
Mungkin masalahnya bukan di kualitas visual kamu, tapi di cara kamu bercerita. Konten viral bukan tentang seberapa mahal kamera kamu, tapi seberapa kuat kamu bikin orang betah nonton dari detik pertama sampai akhir.
Di artikel ini, kita bakal bahas strategi, struktur, dan formula konten viral yang sering dianggap sepele, padahal krusial.
Kita juga akan masukin berbagai contoh ending konten viral dan studi kasus dari brand yang terbukti berhasil bikin engagement tinggi. Targetnya jelas: bantu kamu bikin konten FYP tanpa ngandelin hoki.
1. Bikin Hook yang Mengandung Twist
Hook adalah pintu masuk. Kalau dalam 3 detik pertama penonton belum merasa penasaran, besar kemungkinan mereka bakal scroll.
Hook yang kuat biasanya punya satu elemen: ketidakterdugaan.
Ini penting buat semua platform, baik kamu lagi bikin video TikTok viral atau konten Instagram Reels.
Contoh nyata: konten Cimory Bites yang pakai visual nyebelin. Penonton dikasih liat rak kulkas berantakan, produk Cimory gak disusun rapi, bahkan harga nyeleneh. Lalu muncul teks, “Nyari yoghurt tapi beda dari biasanya.” Penonton langsung ke-trigger rasa ingin tahunya. Kenapa beda? Apa yang bakal terjadi?
Teknik hook konten seperti ini bikin orang nggak bisa langsung skip. Dan hook yang bagus adalah fondasi dari struktur konten viral.
@cokro1930 ada yg bs tebak dmn? #cimorybites #fyp #fypシ゚viral #nadialim ♬ original sound – Cokro
2. Bongkar Plot Twist Secara Bertahap
Jangan kasih semua kejutan di awal. Cerita yang bagus itu punya lapisan. Audiens senang kalau mereka merasa diajak mengikuti sesuatu yang berkembang. Ini bagian penting dari formula konten viral.
Contoh studi kasus dari konten Smax: Gimmick-nya dimulai dari momen disamperin anak kecil secara random. Penonton berpikir, ini cuma adegan iseng. Tapi ternyata plot twist kedua muncul.
Anak kecilnya naik mobil mewah, Lexus. Reaksi netizen? Campur aduk antara ngakak dan syok. Ini bukti kalau layered storytelling bikin penonton stay lebih lama.
3. Tutup dengan Cliffhanger atau Ending Menggantung
Ending yang menggantung bisa jadi alasan penonton buka kolom komentar. Mereka pengen tahu lanjutannya, mereka pengen diskusi, dan ini jadi bensin buat algoritma.
Buat kamu yang lagi belajar cara bikin konten viral, bagian ini sering jadi penentu apakah video bakal FYP atau enggak.
Contoh pertama: video marketing Dilan. Ada motor yang ketabrak dan diganti rugi pake jajan. Penonton dibuat bertanya, bakal dilaporin polisi atau enggak? Endingnya nggak jelas. Efeknya? Komentar meledak dengan pertanyaan lanjutan.
Contoh kedua: konten hunting Cimory Bites buat pacar yang ngambek. Endingnya nggak ngasih penjelasan siapa yang sembunyiin Cimory di kulkas Indomaret. Dan justru karena itu, netizen rame-rame komentar, nebak-nebak, dan minta part dua.
@angrype0ple lagi marah malah di kasih jajan 😡😡😡 #marahmarah #marah #motoran #lucu_ngakak #pedagang #memeviral #orangmarah #CapCut ♬ suara asli – akun khusus orang pemarah
4. Emosi Dulu, Algoritma Belakangan
Konten yang viral selalu punya satu kesamaan: ada rasa yang ditinggalkan. Entah itu marah, sedih, ngakak, atau shock. Jangan kejar viral tanpa tahu emosi apa yang mau kamu suntik ke penonton.
Kalau kamu mau paham cara storytelling di konten, kamu harus tahu dulu rasa apa yang mau ditanamkan.
Konten Cimory Yogurt misalnya, bisa dimainin jadi heartwarming: cowok nyari cemilan kesukaan pacar yang lagi bete.
Bisa juga dibawa ke arah shock: ambil varian yang salah, terus pacarnya ngambek makin parah. Semua tergantung rasa mana yang mau kamu angkat.
5. Biarkan Unscripted Moments Masuk
Kesempurnaan sering kali membosankan. Justru momen spontan, suara cewek yang gemeteran, reaksi kaget, atau momen salah ambil barang malah bikin konten jadi lebih hidup.
Contoh: dalam salah satu video Cimory, kreatornya sengaja ambil produk yang beda varian.
Penonton yang jeli langsung komen, “Eh itu yang kamu ambil bukan yang bites.” Ini momen sederhana tapi bikin penonton merasa lebih terlibat karena merasa “lebih tahu” dari si pembuat konten.
6. Story Layering: Bikin Tiap Detik Terasa Penting
Dengan story layering, kamu gak cuma bikin penonton nonton. Tapi kamu bikin mereka terikat. Karena mereka merasa ada sesuatu yang “menarik” di tiap layer. Ini bagian penting dari struktur konten viral yang sering diremehin.
Lapisan pertama: hook yang ganjil. Lapisan kedua: twist yang bikin penasaran. Lapisan ketiga: emosi yang mulai dibangun. Lapisan keempat: ending yang nggak selesai.
Semua ini bikin penonton merasa bahwa setiap detik punya makna. Bukan cuma tempelan konten.
Step | Tujuan | Elemen Penting | Contoh Studi Kasus |
---|---|---|---|
1. Hook Mengandung Twist | Menarik perhatian dalam 3 detik | Visual unik, pertanyaan menggugah, konflik kecil | Cimory: rak kulkas berantakan + “yoghurt beda dari biasanya” |
2. Plot Twist Bertahap | Bikin penonton stay karena penasaran | Layering cerita, pancing ekspektasi, berikan kejutan | Smax: disamperin anak kecil → ternyata naik Lexus |
3. Ending Menggantung | Mancing komentar & partisipasi | Cliffhanger, informasi yang belum tuntas | Video Dilan: motor ditabrak, gak jelas lanjutannya |
4. Emosi Dulu, Algoritma Belakangan | Bikin konten terasa manusiawi & relatable | Tentukan emosi dominan: sedih, marah, lucu, shock | Cimory Yogurt: cowok nyari cemilan buat pacar yang ngambek |
5. Unscripted Moments | Tambah realness & spontanitas | Reaksi asli, kesalahan kecil, ekspresi spontan | Salah ambil varian Cimory → penonton koreksi di komentar |
6. Story Layering | Bikin tiap detik konten punya arti | Hook → Twist → Emosi → Cliffhanger | Kombinasi semua teknik di atas, bikin konten makin padat rasa |
Kesimpulan
Banyak orang mikir viral itu soal keberuntungan atau sound yang lagi tren. Tapi konten yang meledak itu sebenarnya hasil dari struktur cerita yang rapi dan emosional, aliias tidak hanya bergantung dari faktor eksternal.
Kalau kamu mau tahu tips bikin konten viral yang awet ditonton, kamu butuh ngerti cara bikin hook, susun formula konten viral yang punya twist, dan pakai teknik storytelling yang ngena.
Buat kamu yang pengen tahu cara bikin konten FYP tanpa harus jadi seleb, kuncinya cuma satu: pahami apa yang bikin orang stay. Gunakan emosi, ending yang bikin penasaran, dan pastikan konten kamu punya struktur.
Jadi, bukan cuma soal gimana cara bikin konten viral. Tapi gimana bikin konten yang benar-benar nyambung ke orang.
Sekarang tinggal satu pertanyaan penting: cerita apa yang mau kamu bangun hari ini?

Bram is an SEO Specialist at Olakses with a background in Software Engineering and 10 years of experience in the field. His technical expertise and in-depth understanding of search engine algorithms enable him to develop strategies that drive organic growth and improve website performance