TL;DR
Cara membaca laporan ads agency dimulai dari tiga pemeriksaan sebelum melihat angka apa pun: attribution window yang dipakai, kecocokan konversi platform dengan data CRM atau backend, dan porsi hasil yang datang dari branded search serta retargeting. Impression, CTR, dan ROAS versi platform baru bermakna setelah diterjemahkan ke biaya per pelanggan baru dan margin. Laporan yang tidak bisa menjawab lima pertanyaan audit di artikel ini layak dikembalikan ke agency untuk direvisi.
Apa Itu Metrik Kosong dalam Laporan Ads Agency
Metrik kosong dalam laporan ads agency adalah angka yang bisa naik tanpa menggerakkan revenue, pelanggan baru, atau margin. Contoh paling umum: impression, reach, CTR, engagement, dan ROAS yang dihitung sendiri oleh Meta Ads atau Google Ads tanpa dicocokkan ke data transaksi. Tekanan untuk membuktikan hasil membuat metrik kosong makin berbahaya, karena 62% pemimpin marketing dalam Gartner 2026 CMO Spend Survey menyebut kegagalan memenuhi target pertumbuhan 2026 akan berujung pada pemotongan budget marketing.
Metrik Kosong: Angka yang Naik Tanpa Menggerakkan Revenue
Metrik kosong bukan metrik yang salah, melainkan metrik yang dilaporkan tanpa konteks bisnis. CTR yang naik tajam tidak berarti apa pun jika klik tambahan tersebut berasal dari audiens yang tidak pernah membeli. Engagement rate yang tinggi pada kampanye konversi juga sering menandakan iklan yang menghibur, bukan iklan yang menjual. Tim marketing perlu memperlakukan setiap metrik aktivitas sebagai gejala, bukan sebagai hasil akhir.
Tiga Lapis Metrik: Aktivitas, Platform, dan Bisnis
Laporan ads agency yang sehat memisahkan metrik ke dalam tiga lapis yang berbeda fungsi. Olakses menyarankan pengelola brand membaca laporan dari lapis paling bawah ke atas, bukan sebaliknya.
- Lapis aktivitas: impression, reach, frequency, CPM, CTR, CPC. Lapis aktivitas menjawab apakah iklan tayang dan dilihat.
- Lapis platform: konversi, CPA, dan ROAS yang dihitung Meta Ads Manager atau Google Ads. Lapis platform menjawab apa yang diklaim platform sebagai hasil iklannya.
- Lapis bisnis: pelanggan baru, biaya akuisisi pelanggan (CAC), revenue di backend, margin kotor, dan lead yang lolos kualifikasi sales. Lapis bisnis menjawab apakah perusahaan benar-benar bertambah uang. Data lapis bisnis dimiliki brand, bukan agency, sehingga lapis bisnis hanya bisa dilaporkan jika brand membagikan akses atau export data secara rutin.
Laporan yang hanya berisi lapis aktivitas dan lapis platform belum layak dijadikan dasar keputusan budget. Tanggung jawab melengkapinya ada di dua pihak: brand menyediakan data transaksi dan biaya, agency mengolah dan menghubungkannya ke kampanye.
Mengapa Laporan Ads Agency Sering Terlihat Lebih Bagus dari Rekening Bank
Laporan ads agency sering terlihat lebih bagus dari rekening bank karena platform iklan menghitung korelasi, bukan sebab-akibat. Dalam analisis terhadap 663 eksperimen iklan Facebook oleh Brett Gordon, Robert Moakler, dan Florian Zettelmeyer, lift median hasil eksperimen untuk outcome lower-funnel hanya 5%, sementara model machine learning pada data yang sama memperkirakan 24%. Selisih semacam ini tidak terlihat di dashboard mana pun, sehingga laporan agency perlu dibaca dengan tiga kacamata berikut.
Atribusi Platform Menghitung Konversi yang Akan Terjadi Tanpa Iklan
Atribusi platform memberi kredit ke iklan untuk setiap pembelian yang terjadi setelah seseorang melihat atau mengklik iklan, termasuk pembelian yang tetap akan terjadi tanpa iklan. Algoritma Meta Ads dan Google Ads juga cenderung menayangkan iklan ke orang yang memang sudah berniat membeli, sehingga angka konversi platform hampir selalu lebih tinggi dari dampak nyata. Guidelines for Incremental Measurement in Commerce Media dari IAB yang terbit 3 November 2025 bahkan menempatkan klaim dampak iklan versi laporan platform di tingkat bukti paling lemah, di bawah uji acak, holdout, dan matched market.
Perubahan Batas Waktu Klaim Meta 2026 Membuat Laporan Lama dan Baru Tidak Bisa Dibandingkan Langsung
Meta Ads mempersingkat batas waktu klaim (attribution window) untuk orang yang hanya melihat iklan mulai 12 Januari 2026. Batas waktu klaim adalah rentang waktu sebuah iklan boleh mengklaim penjualan sebagai hasilnya. Sebelumnya Meta bisa mengklaim penjualan dari orang yang melihat iklan hingga 7 atau 28 hari sebelum membeli, walaupun orang tersebut tidak pernah klik; sekarang batasnya tinggal 1 hari, sementara batas 7 hari setelah klik tetap berlaku. Akibatnya, jumlah penjualan yang diklaim iklan di laporan 2026 bisa terlihat turun dibanding 2025 walaupun performa iklannya sama, karena Meta kini mengklaim lebih sedikit. Laporan ads agency yang membandingkan periode sebelum dan sesudah perubahan tersebut perlu mencantumkan catatan, agar penurunan angka tidak disalahartikan sebagai iklan yang memburuk.
Branded Search Menggelembungkan ROAS Google Ads
Branded search adalah iklan Google Ads untuk kata kunci yang memuat nama brand Anda sendiri, dan kampanye jenis ini hampir selalu menghasilkan ROAS tertinggi di laporan. Eksperimen skala besar eBay yang dipublikasikan Blake, Nosko, dan Tadelis di NBER menemukan iklan brand keyword tidak memberi manfaat jangka pendek yang terukur, karena 99,5% trafik iklan branded eBay berpindah ke hasil organik saat iklan dimatikan. Hasil tersebut tidak berlaku universal: eksperimen serupa yang diulas CEPR mencatat Edmunds.com kehilangan sekitar 72% trafik branded saat mematikan iklan, karena kompetitor ikut membeli kata kunci “Edmunds”. Pelajarannya, ROAS branded search perlu dilaporkan terpisah dan diuji, bukan dicampur ke ROAS total.
Catatan: ROAS gabungan yang tinggi sering kali ditopang oleh dua kampanye yang paling sedikit mendatangkan penjualan tambahan, yaitu branded search dan retargeting. Minta agency memecah ROAS menjadi tiga baris: branded, retargeting, dan prospecting. Angka prospecting adalah indikator paling jujur tentang kemampuan iklan mendatangkan pembeli baru.
5 Pertanyaan Audit untuk Membaca Laporan Ads Agency
Lima pertanyaan audit berikut memaksa laporan ads agency bergerak dari lapis platform ke lapis bisnis. Olakses menyusun kerangka lima pertanyaan ini agar pengelola brand bisa mengevaluasi laporan tanpa harus membuka Ads Manager sendiri. Setiap pertanyaan punya jawaban yang bisa diverifikasi, sehingga jawaban yang mengambang sudah menjadi sinyal.
Pertanyaan 1: Berapa Lama Batas Waktu Iklan Boleh Mengklaim Penjualan?
Attribution window adalah batas waktu sebuah iklan boleh mengklaim penjualan sebagai hasilnya. Meta Ads saat ini memakai default 7 hari setelah klik dan 1 hari setelah iklan dilihat: orang yang klik iklan hari Senin lalu membeli hari Jumat tetap dihitung sebagai hasil iklan, begitu juga orang yang hanya melihat iklan lalu membeli keesokan harinya. Semakin panjang batas waktunya, semakin banyak penjualan yang diklaim iklan, termasuk penjualan yang mungkin tetap terjadi tanpa iklan. Minta agency menuliskan batas waktu yang dipakai di setiap laporan, dan pisahkan penjualan dari orang yang benar-benar klik iklan dengan penjualan dari orang yang hanya melihat iklan. Untuk kampanye lead form yang diisi langsung di Facebook atau Instagram, batas waktu ini hampir tidak berpengaruh, karena form diisi saat itu juga.
Pertanyaan 2: Apakah Angka Platform Cocok dengan CRM atau Backend?
Rekonsiliasi platform dan backend adalah tes paling sederhana untuk mendeteksi metrik kosong. Jumlahkan konversi yang diklaim Meta Ads, Google Ads, dan TikTok Ads dalam satu periode, lalu bandingkan dengan jumlah transaksi atau lead di CRM, Shopify, atau sistem kasir Anda. Jika total klaim platform melebihi transaksi riil, beberapa platform sedang mengklaim konversi yang sama. Rekonsiliasi hanya bisa dikerjakan agency jika brand memberi akses baca ke CRM atau export transaksi bulanan, jadi pastikan akses tersebut masuk dalam kesepakatan kerja sejak awal. Laporan yang baik menjelaskan selisih tersebut, bukan menyembunyikannya.
Pertanyaan 3: Berapa Porsi Hasil yang Datang dari Branded Search dan Retargeting?
Branded search dan retargeting menjangkau orang yang sudah mengenal brand Anda, sehingga kedua kampanye tersebut cenderung memanen permintaan yang sudah ada. Minta agency menunjukkan persentase konversi dan revenue yang berasal dari kedua kampanye tersebut. Porsi yang terus membesar dari bulan ke bulan menandakan akun iklan semakin bergantung pada pembeli lama, sementara mesin akuisisi pelanggan baru melemah.
Pertanyaan 4: Berapa Biaya per Pelanggan Baru, Bukan per Konversi?
Biaya per pelanggan baru (new customer CAC) adalah total biaya iklan dibagi jumlah pelanggan yang belum pernah membeli sebelumnya. Status pelanggan baru atau lama tercatat di database pelanggan milik brand, sehingga brand perlu mengirim data tersebut atau mengirimkan daftar pelanggan lama ke platform iklan agar agency bisa memisahkannya. CPA versi platform mencampur pembeli baru dan pembeli berulang, sehingga CPA bisa terlihat turun padahal akuisisi pelanggan baru stagnan. Untuk bisnis B2B, ganti “pelanggan baru” dengan lead yang lolos kualifikasi sales (SQL), karena biaya per lead mentah tidak membedakan lead serius dari lead palsu.
Pertanyaan 5: Kapan Terakhir Dilakukan Uji Dampak Iklan?
Uji dampak iklan adalah eksperimen yang membandingkan kelompok yang melihat iklan dengan kelompok kontrol yang tidak melihat iklan, untuk mengukur penjualan yang benar-benar disebabkan iklan. Meta menyediakan Conversion Lift dan Google menyediakan Conversion Lift berbasis geografi, sementara bisnis yang lebih kecil bisa mematikan iklan sementara di beberapa kota lalu membandingkan penjualannya dengan kota yang iklannya tetap berjalan. Agency yang mengelola budget besar selama berbulan-bulan tanpa pernah mengusulkan uji dampak iklan sedang meminta Anda percaya pada angka platform sepenuhnya.
Cara Menerjemahkan Metrik Ads Agency ke Metrik Bisnis
Menerjemahkan metrik ads agency ke metrik bisnis berarti memasangkan setiap angka platform dengan satu pertanyaan uang. Budget marketing rata-rata perusahaan besar hanya 7,8% dari revenue pada 2026 menurut Gartner, naik tipis dari 7,7% pada 2025, sehingga setiap rupiah iklan perlu dipertanggungjawabkan dalam bahasa keuangan.
Tabel Terjemahan: dari CTR dan ROAS ke CAC dan Margin
| Metrik di Laporan Agency | Yang Sebenarnya Diukur | Pertanyaan Bisnis yang Perlu Diajukan | Metrik Pengganti di Lapis Bisnis |
|---|---|---|---|
| Impression dan reach | Seberapa sering iklan tayang | Apakah audiens yang dijangkau sesuai profil pembeli? | Pertumbuhan pencarian nama brand dan trafik direct |
| CTR dan CPC | Daya tarik materi iklan | Apakah klik berujung ke transaksi atau lead berkualitas? | Conversion rate landing page per sumber trafik |
| Konversi platform | Konversi yang diklaim platform sesuai attribution window | Berapa yang tercatat di CRM atau backend? | Transaksi atau SQL terverifikasi |
| CPA | Biaya per konversi versi platform | Berapa yang merupakan pelanggan baru? | New customer CAC |
| ROAS platform | Revenue yang diatribusikan dibagi spend | Berapa yang tetap terjadi tanpa iklan? | ROAS dari penjualan tambahan yang benar-benar disebabkan iklan, dan margin kontribusi (dihitung bersama tim finance brand) |
Format Laporan Bulanan yang Layak Diminta dari Agency
Format laporan bulanan yang layak diminta dari agency menempatkan lapis bisnis di halaman pertama dan lapis aktivitas di lampiran. Tim Performance Marketing Olakses merekomendasikan struktur berikut untuk laporan yang dibaca CMO atau pemilik bisnis, dengan catatan bahwa angka di halaman ringkasan bersumber dari data yang dibagikan brand:
- Halaman ringkasan: spend, pelanggan baru atau SQL, new customer CAC, dan revenue backend dari export data brand, dibandingkan dengan target yang disepakati di awal kontrak.
- Rekonsiliasi: total konversi klaim platform dibandingkan transaksi riil, lengkap dengan penjelasan selisih.
- Pemecahan kampanye: branded, retargeting, dan prospecting dalam baris terpisah.
- Catatan metodologi: attribution window, perubahan tracking, dan perubahan kebijakan platform yang memengaruhi pembanding periode.
- Keputusan bulan depan: kampanye yang ditambah, dikurangi, atau dihentikan, beserta alasannya.
Poin kelima sering hilang dari laporan agency, padahal laporan tanpa keputusan hanyalah arsip. Pertimbangan kapan sebuah kanal berbayar perlu dikurangi dibahas lebih rinci di artikel kapan ads sebaiknya dihentikan dan dialihkan ke SEO.
Pembagian Data: Apa yang Disediakan Brand dan Apa yang Dikerjakan Agency
Pembagian data antara brand dan agency menentukan seberapa jauh laporan iklan bisa menjangkau lapis bisnis. Agency memegang akses ke akun iklan, sedangkan brand memegang data transaksi, database pelanggan, HPP, biaya fulfillment, dan margin. Agency tidak perlu dan umumnya tidak semestinya memegang struktur HPP, sehingga perhitungan profit tetap dikerjakan tim finance brand dengan input dari laporan agency.
| Data | Pemilik Data | Peran Agency |
|---|---|---|
| Spend, impression, klik, konversi platform | Agency (akun iklan) | Melaporkan lengkap dengan setelan attribution window |
| Transaksi dan revenue backend | Brand (Shopify, marketplace, sistem kasir) | Merekonsiliasi dengan klaim platform dari export yang dibagikan brand |
| Status pelanggan baru atau lama, lead yang lolos kualifikasi | Brand (CRM, tim sales) | Menghitung new customer CAC atau biaya per SQL |
| HPP, biaya fulfillment, margin | Brand (tim finance) | Menyediakan angka spend dan revenue per kampanye; brand menghitung profit |
Kesepakatan pembagian data sebaiknya ditulis di awal kerja sama, termasuk frekuensi export dan siapa yang menerimanya. Tanpa kesepakatan tersebut, agency hanya bisa melaporkan lapis aktivitas dan lapis platform, dan metrik kosong menjadi satu-satunya bahan diskusi.
Studi Kasus: Membedah Laporan Meta Ads Kampanye Rekrutmen Perusahaan Driver Daring
Studi kasus berikut berasal dari kampanye Meta Ads rekrutmen mitra driver yang dijalankan Olakses untuk sebuah perusahaan driver daring pada 2026. Kampanye tersebut memakai Instant Form (lead form bawaan Meta) di lebih dari 20 kota, dengan spend sekitar Rp300 juta sebelum PPN. Tim Olakses membedah ulang laporan kampanye tersebut dengan lima pertanyaan audit di atas, dan tiga temuan berikut paling relevan untuk pengelola brand.
Angka Laporan Awal vs Angka Dashboard Meta Ads
Angka di laporan awal kampanye rekrutmen driver lebih besar dari angka di dashboard Meta Ads untuk dua metrik utama. Selisih tersebut bukan manipulasi, melainkan cara penjumlahan yang keliru dan pemilihan kolom yang terlalu luas, dua pola yang sering muncul di laporan ads agency.
| Metrik | Angka di Laporan Awal | Angka yang Lebih Tepat | Penyebab Selisih |
|---|---|---|---|
| Reach | Sekitar 6,7 juta | Sekitar 5,1 juta (reach unik di dashboard) | Reach per kampanye kota dijumlahkan, sehingga orang yang sama terhitung lebih dari sekali. Selisihnya sekitar 33%. |
| Klik | Sekitar 160 ribu (Clicks all) | Sekitar 84 ribu (link clicks) | Clicks (all) ikut menghitung klik profil, klik “lihat selengkapnya”, dan interaksi lain. Link clicks hanya sekitar 52% dari total klik. |
| Biaya | Sekitar Rp300 juta | Sekitar Rp333 juta (termasuk PPN) | Dashboard Meta Ads menampilkan spend sebelum PPN, sementara biaya riil yang dibayar perusahaan tercatat di invoice. |
Pelajaran bagi pembaca laporan: reach lintas kampanye harus diambil dari reach unik di level akun, klik harus memakai link clicks, dan biaya per hasil harus dihitung dari biaya termasuk pajak.
Dari Sekitar 18.400 Leads ke Driver Aktif
Kampanye rekrutmen driver menghasilkan sekitar 18.400 leads dengan biaya per lead sekitar Rp16.300 sebelum PPN, atau sekitar Rp18.100 setelah PPN. Sekitar 22% orang yang mengklik link akhirnya mengisi form, angka yang wajar untuk Instant Form karena nama dan nomor telepon sudah terisi otomatis dari profil. Kemudahan tersebut juga menurunkan niat: sampel data leads memuat nama yang tidak lazim dan nomor telepon dengan format tidak valid.
Metrik yang benar-benar penting bagi perusahaan driver daring adalah biaya per driver yang lolos verifikasi dan mulai aktif, dan data tersebut ada di sistem rekrutmen milik klien, bukan di Meta Ads. Kasus rekrutmen driver menunjukkan pembagian data yang dibahas sebelumnya secara konkret: agency melaporkan leads dan biaya, klien mengirim balik status leads (dihubungi, lolos verifikasi, aktif), lalu keduanya menghitung biaya per driver aktif per kota bersama.
CPL per Kota Menentukan Alokasi Budget Rekrutmen
Biaya per lead (CPL) kampanye rekrutmen driver berbeda hampir dua kali lipat antar kota. Jabodetabek menyerap sekitar 37% budget tetapi hanya menghasilkan sekitar 31% leads, dengan CPL sekitar Rp19.500. Bali dan Palembang berada di level serupa, sekitar Rp19.500 dan Rp19.800. Di sisi lain, Malang dan Karawang mencatat CPL sekitar Rp9.200 dan Rp9.500, walaupun volume leads kedua kota tersebut kecil karena budgetnya terbatas.
CPL murah belum tentu berarti kota tersebut layak mendapat tambahan budget. Keputusan alokasi baru bisa diambil setelah CPL per kota dipasangkan dengan tingkat lolos verifikasi dan kebutuhan driver aktual di kota tersebut, dan kedua data tersebut kembali berada di tangan klien. Laporan yang hanya berhenti di CPL per kota akan mendorong budget ke kota termurah, bukan ke kota yang paling membutuhkan driver.
Kesalahan Umum Saat Mengevaluasi Laporan Ads Agency
Kesalahan umum saat mengevaluasi laporan ads agency datang dari pembaca laporan, bukan hanya dari pembuatnya. Data penjualan per individu sangat berisik: analisis Randall Lewis dan Justin Rao terhadap 25 eksperimen lapangan menemukan standar deviasi penjualan individu biasanya sepuluh kali lipat rata-ratanya. Kebisingan tersebut membuat dua kesalahan berikut sangat mahal.
Menilai Kampanye dari Data Satu Minggu
Penilaian kampanye berdasarkan data satu minggu mencampur sinyal dengan kebetulan, terutama untuk bisnis dengan volume transaksi kecil atau siklus penjualan panjang. Keputusan mematikan atau menaikkan budget sebaiknya didasarkan pada periode yang cukup panjang untuk mencakup siklus pembelian, dan pada tren beberapa bulan, bukan fluktuasi harian. Minta agency menyertakan rentang waktu evaluasi yang disepakati sebelum kampanye berjalan.
Membandingkan ROAS Antar Platform secara Langsung
Perbandingan ROAS Meta Ads, Google Ads, dan TikTok Ads secara langsung menyesatkan, karena setiap platform memakai attribution window dan definisi konversi yang berbeda. Google Ads untuk kata kunci bernilai intent tinggi wajar menampilkan ROAS lebih tinggi dari Meta Ads yang menciptakan permintaan baru, tanpa berarti Google Ads lebih menguntungkan. Pembanding yang adil adalah metrik lapis bisnis yang sama untuk semua kanal, yaitu new customer CAC dan revenue backend. Evaluasi lintas kanal seperti ini menjadi bagian inti dari layanan Performance Marketing Olakses.
Key Takeaway
Laporan ads agency hanya berguna jika setiap angka platform bisa ditelusuri ke transaksi, pelanggan baru, atau lead berkualitas di sistem Anda sendiri. Pola yang berulang dari riset atribusi adalah angka platform cenderung lebih tinggi dari dampak nyata, dan selisih terbesar biasanya bersembunyi di branded search, retargeting, serta view-through conversion. Pendekatan terbaik adalah menyepakati pembagian data sejak awal: brand membagikan data transaksi dan pelanggan, agency melaporkan tiga jenis kampanye secara terpisah, merekonsiliasi klaim platform dengan backend, dan mencantumkan catatan metodologi setiap bulan. Olakses membantu pengelola brand menyusun kerangka laporan seperti ini sehingga keputusan budget bertumpu pada metrik bisnis, bukan metrik kosong.
FAQ Seputar Cara Membaca Laporan Ads Agency
Apa metrik paling penting dalam laporan ads agency?
Metrik paling penting dalam laporan ads agency adalah biaya per pelanggan baru (new customer CAC) dan revenue yang tercatat di backend, bukan CTR atau ROAS versi platform. Untuk bisnis B2B, ganti pelanggan baru dengan lead yang lolos kualifikasi sales.
Mengapa konversi di Meta Ads lebih banyak dari transaksi di toko online saya?
Konversi di Meta Ads bisa lebih banyak dari transaksi riil karena Meta menghitung konversi berdasarkan attribution window, termasuk konversi setelah seseorang hanya melihat iklan, dan platform lain bisa mengklaim transaksi yang sama. Selisih tersebut perlu direkonsiliasi dan dijelaskan agency setiap bulan.
Apakah ROAS tinggi berarti kampanye iklan menguntungkan?
ROAS tinggi belum tentu berarti kampanye menguntungkan. ROAS platform tidak memperhitungkan margin produk dan tidak membedakan penjualan yang tetap terjadi tanpa iklan, sehingga kampanye branded search dan retargeting sering tampak paling menguntungkan padahal penjualan tambahan yang benar-benar disebabkan kampanye tersebut paling sedikit.
Apa pengaruh perubahan batas waktu klaim (attribution window) Meta 2026 terhadap laporan iklan?
Mulai 12 Januari 2026, Meta hanya mengklaim penjualan dari orang yang melihat iklan tanpa klik jika pembelian terjadi paling lama 1 hari setelah iklan dilihat, dari sebelumnya bisa hingga 7 atau 28 hari. Akibatnya, jumlah penjualan yang diklaim iklan bisa turun walaupun performa iklan tidak berubah, sehingga laporan sebelum dan sesudah perubahan tersebut perlu diberi catatan saat dibandingkan.
Seberapa sering laporan ads agency sebaiknya dievaluasi?
Laporan ads agency sebaiknya dievaluasi secara bulanan untuk keputusan budget, dengan pemantauan mingguan hanya untuk mendeteksi masalah teknis seperti tracking yang rusak. Keputusan mematikan atau menaikkan budget perlu didasarkan pada periode yang mencakup siklus pembelian.
Apa itu uji dampak iklan dan kapan perlu dilakukan?
Uji dampak iklan adalah eksperimen yang membandingkan kelompok yang melihat iklan dengan kelompok kontrol yang tidak melihat iklan untuk mengukur penjualan yang benar-benar disebabkan iklan. Uji dampak iklan perlu dilakukan saat budget iklan sudah besar, saat ROAS platform terlihat terlalu bagus, atau sebelum memutuskan menaikkan budget secara signifikan.
Siapa yang seharusnya menghitung margin dan profit dari iklan?
Margin dan profit dari iklan dihitung oleh brand, karena HPP, biaya fulfillment, dan struktur biaya lain ada di tangan tim finance brand. Agency bertugas menyediakan spend dan revenue per kampanye yang sudah direkonsiliasi dengan data transaksi, sehingga tim finance bisa menghitung margin kontribusi per kanal.
Jika laporan iklan bulanan Anda penuh angka tetapi sulit dihubungkan ke pelanggan baru dan revenue, masalahnya ada di cara laporan disusun, bukan di kemampuan Anda membacanya. Tim Performance Marketing Olakses bisa mengaudit laporan dan akun iklan Anda dengan lima pertanyaan di atas, lalu menyusun format laporan yang menempatkan metrik bisnis di halaman pertama.

Gema is a Digital Marketing Specialist at Olakses with 4 years of experience in the industry. Equipped with strong communication and negotiation skills, Gema excels in creating and executing effective marketing strategies that drive engagement and business growth





